Bagi Anda yang sudah siap untuk membeli rumah, ada baiknya memperhatikan beberapa persiapan. Karena sesuatu yang sudah di persiapkan dengan baik akan membawa hasil yang terbaik. Begitu juga dengan kesiapan untuk membeli rumah.

Membeli rumah adalah sesuatu hal yang besar. Tidak sedikit orang yang sudah bekerja berpuluh tahun dengan gaji yang besar, namun di akhir pensiunnya tidak memiliki rumah. Ketika Anda sudah memiliki ciri-ciri yang akan kita jelaskan di bawah, ada baiknya Anda mulai bersiap untuk membeli rumah.

Rumah adalah tempat dimana Anda dan keluarga bisa berkumpul, berlindung dan menghabiskan waktu bersama. Ada banyak kenangan yang bisa Anda bentuk dari suatu bangunan bernama rumah. Untuk itu diperlukan komitmen kuat dan kesungguhan yang besar untuk Anda bisa segera memiliki rumah.

Tidak perlu menunggu gaji yang besar atau harta warisan dari orang tua. Anda dikatakan sudah siap untuk membeli rumah ketika :

1. Sudah memiliki niat
2. Kesiapan finansial
3. Kesiapan emosional
4. Kesiapan Psikologis

Apa dan bagaimana ciri-ciri ketika Anda sudah siap membeli rumah di atas, mari kita bahas lebih lanjut.

1. Sudah memiliki niat

Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar hidup manusia. Kita mengenal ada istilah sandang, pangan dan papan. Sandang berarti kebutuhan manusia dengan pakaiannya. Pangan berarti kebutuhan manusia dengan makanannya. Papan berarti kebutuhan manusia untuk berlindung dari alam yaitu rumah. Ketiganya merupakan kebutuhan pokok bagi manusia agar mampu menjalani kehidupannya.

niat yang benar untuk membeli rumah

Membeli rumah bukanlah hal yang mewah atau tersier, dengan catatan selama rumah yang kita butuhkan tidak melebihi kebutuhan utama kita. Sekiranya kita hanya hidup berdua, maka cukup mencari rumah dengan satu atau dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Kebutuhan untuk membeli rumah harus kita tanamkan dengan penuh kesungguhan. Karena seiring dengan pertambahan anggota keluarga kita nanti setelah menikah, maka banyak hal yang perlu kita pikirkan dengan matang. Karena terkadang, bagi kita yang sudah terbiasa hidup berpindah-pindah, terlebih Anda yang sudah senang untuk hidup nomaden, maka mengontrak rumah kesana kemari sudah menjadi suatu kesenangan sendiri.

Untuk inilah, kenapa Anda perlu memasang niat untuk membeli rumah sejak Anda beranjak dewasa dan memiliki kemampuan untuk hidup sendiri tanpa tergantung lagi pada orang tua. Karena masih banyak di antara kita, pasangan muda, yang belum memiliki niat untuk membeli rumah dikarenakan urusan membeli rumah bukan hal yang menyenangkan.

Ketika Anda sudah memiliki kesadaran pentingnya membeli rumah selagi Anda mampu, maka ini akan menjadi niat yang baik untuk segera mencari rumah idaman Anda.

2. Kesiapan Finansial

Tidak sedikit orang yang secara penghasilannya besar dan sudah melebihi kebutuhan sandang dan pangannya, namun masih menunda untuk membeli rumah. Tapi ada juga orang yang secara penghasilan dan gaya hidupnya sederhana, namun sudah memiliki rumah idamannya.

kesiapan finansial saat membeli rumah

Ada sepasang suami istri yang menjadi klien Wasilah Property Realty, yang minta di carikan rumah di Cirebon. Sepasang suami istri yang berusia masih di kepala tiga puluhan ini, bercerita bahwa mereka sudah banyak mendatangi developer dan juga sudah banyak kehilangan uang booking fee yang dipotong developer tersebut, dikarenakan banyaknya info yang tidak sesuai antara ucapan marketing/brosur dengan kenyataan di lapangan.

Sepasang suami istri ini belum memiliki anak dan juga hanya memiliki kendaraan roda dua untuk mendukung aktivitas mereka bekerja. Dengan penghasilan gaji bulanan joint income sepasang suami istri ini sebesar kurang lebih 9 juta per bulannya, dan di dukung dengan gaya hidup sederhana, mereka bisa “berhemat” banyak. Dalam masa pernikahan yang baru beranjak 2 tahun, mereka sudah dapat memiliki tabungan untuk DP rumah yang nilainya puluhan juta rupiah.

Ini semua di dukung bukan karena gaji mereka berdua yang cukup besar. Mereka bisa saja menaikkan gaya hidup mereka. Dan itu artinya menaikkan biaya hidup mereka dengan membeli kendaraan roda empat atau traveling laiknya pasangan pengantin baru pada umumnya. Tapi kuncinya karena pasangan ini sudah sejak awal menikah, memiliki niat pertama untuk bisa membeli rumah sendiri untuk mereka. Sehingga dari niat inilah, mereka pun bisa melakukan persiapan finansial.

Persiapan finansial ini menjadi hal terpenting kedua setelah Anda memiliki niat untuk membeli rumah. Persiapan finansial ini juga bukan berarti Anda harus mendapatkan gaji yang besar. Tapi ini dapat di lihat dari apakah Anda sudah memiliki pekerjaan rutin yang Anda lakukan. Entah itu setiap harinya Anda berdagang, ataukah kerja sebagai tukang ojek online, selama Anda memiliki penghasilan dari pekerjaan Anda, maka Anda sudah memiliki persiapan finansial.

Perencanaan keuangan juga menjadi hal penting dari persiapan finansial ini. Besar kecilnya penghasilan Anda, ketika Anda tidak memiliki perencanaan atau pengaturan keuangan yang baik, maka tujuan dari keuangan Anda tidak akan tercapai. Salah satunya ketika Anda memang memiliki rencana untuk membeli rumah.

Mungkin Anda sudah sering mendengar cerita seorang pemulung yang mampu berangkat haji atau mungkin tukang bubur naik haji. Itu semua ditentukan karena sudah ada niat dan kesiapan finansial berupa uang yang di sisihkan untuk tujuan tersebut. Tetapi jika niat Anda masih lemah, maka seberapa besarnya pun kemampuan finansial Anda, maka cita-cita Anda untuk membeli rumah akan sulit tercapai.

3. Kesiapan Emosional

Selain kesiapan finansial, kesiapan Anda untuk membeli rumah pun dapat dilihat dari kesiaan emosional Anda. Seperti di jelaskan sebelumnya, bahwa membeli rumah adalah sesuatu hal yang besar. Oleh karena itu kesiapan emosi Anda dapat dilihat ketika Anda sudah memiliki komitmen untuk mewujudkan rumah idaman Anda ini.

kesiapan emosional saat membeli rumah

Membeli rumah membutuhkan komitmen yang cukup panjang, terlebih ketika Anda memutuskan untuk mengajukan pembayaran secara kredit atau KPR. Anda harus mempersiapkan diri termasuk sadar bahwa perjalanan masih panjang untuk bisa segera melunasi rumah Anda. Untuk itu komitmen Anda akan diuji ketika sudah tertarik untuk mengganti gadget baru, melihat promo tiket pesawat atau paket wisata, atau sekedar keinginan untuk nongkrong di cafe.

Ketika Anda sudah siap untuk menjaga emosi Anda dan memegang komitmen ini dengan teguh, ini menjadi ciri-ciri Anda sudah siap membeli rumah.

4. Kesiapan Psikologis

Lebih kepada kesiapan psikologis dan mental Anda untuk menghadapi kenyataan bahwa Anda akan segera membeli rumah idaman Anda. Maka pengelolaan emosi Anda untuk dapat menahan hawa nafsu menghabiskan gaji bulanan Anda harus diutamakan.

Jangan sampai Anda mengalahkan kebahagiaan untuk segera membeli rumah idaman dan menggantinya dengan kesenangan jangka pendek yang tidak bermanfaat.

kesiapan psikologis saat membeli rumah

Setiap kita harus mampu mengapresiasi hasil kerja keras kita selama ini. Tentu kita tidak perlu sampai pelit dalam menggunakan penghasilan kita untuk sedikit memanjakan diri kita. Namun, batasi dengan penuh kesadaran saat menggunakan uang Anda sehingga Anda tetap masih teringat dengan cita-cita Anda membeli rumah.

Perlu diingat bahwa membeli rumah adalah kebahagiaan jangka panjang yang hanya akan dapat Anda raih dengan mengorbankan kesenangan saat ini. Namun tentu akan ada hasil yang baik yang Anda dapakan ketika membeli rumah secepat mungkin. Untuk itu, kematangan psikologis Anda sangat menentukan.

Ketika Anda sudah memiliki kesadaran dan niat yang utuh untuk memiliki rumah, maka ketika ini semua di balut dalam kesiapan finansial, kesiapan emosional dan kesiapan psikologis yang baik, maka ini menjadi ciri-ciri dimana Anda sudah siap untuk membeli rumah.

Semoga bermanfaat.