kampus ITB Cirebon

Kampus ITB Cirebon sudah beroperasi mulai tahun 2021 ini


Di tahun 2021 ini, Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Cirebon telah mulai menerima mahasiswa baru. Dengan sudah beroperasinya kampus ITB Cirebon di tahun 2021 ini, diharapkan dapat meningkatkan tingkat pendidikan bagi masyarakat di sekitaran Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan dan Subang.

Hadirnya Kampus ITB di wilayah Cirebon ini sudah ditunggu-tunggu warga sekitaran Cirebon sejak lama. Isu hadirnya kampus ITB di wilayah Cirebon menjadi isu yang cukup banyak di bicarakan warga Cirebon. Betapa tidak, karena sebagai salah satu kampus pendidikan tinggi yang cukup terkenal di Indonesia, hadirnya ITB di Cirebon memberi kebanggaan tersendiri bagi warga Cirebon.

Dengan dibangunnya beberapa bangunan kampus ITB juga diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian di wilayah sekitar. Setidaknya akan muncul kos-kosan baru, usaha kecil pendukung aktivitas mahasiswa di sekitaran kampus, dan usaha kecil lainnya. Menurut informasi, lahan yang di siapkan untuk pembangunan kampus ITB Cirebon ini seluas 30 hektar.

Seperti diberitakan di website resmi ITB, kampus ITB Cirebon membuka kampus di dua wilayah di Cirebon, yaitu di daerah Arjawinangun, tepatnya sebelum RS Arjawinangun jika dari arah Tol Palimanan dan di daerah Sumber, tepatnya di dekat Stadion Watubelah Asrama Haji. Ada empat program studi yang telah dibuka ITB di Kampus Cirebon, yaitu Sarjana Teknik Industri, Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Sarjana Kriya, dan Sarjana Teknik Geofisika.

Adanya dua kampus ITB di Cirebon juga diharapkan dapat mengangkat industri properti di wilayah sekitaran kampus seperti wilayah Arjawinangun dan wilayah Watubelah maupun daerah pendukung di sekitarnya. Kebutuhan untuk tempat tinggal di daerah sekitar antara Arjawinangun dengan Watubelah dapat dipenuhi oleh perumahan-perumahan sekitar wilayah tersebut.

Beberapa usaha pendukung di daerah tersebut juga diharapkan dapat ikut terangkat seperti Rumah Sakit Mitra Plumbon, beberapa pabrik otomotif maupun industri rotan di sepanjang wilayah plumbon hingga Palimanan. Beberapa industri ini membutuhkan peran serta akademisi untuk dapat turut meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi agar mampu bersaing dengan produk impor.

kampus ITB Cirebon
Photo Credit : itb.ac.id

Plumbon lokasi strategis antara Arjawinangun dan Watubelah

Plumbon sebagai daerah pertengahan antara Watubelah dan Arjawinangun memiliki lokasi yang sangat strategis. Dengan dukungan akses transportasi yang mudah karena di apit oleh akses pintu tol Plumbon dan pintu tol Palimanan, wilayah Plumbon dapat lebih berkembang setelah beroperasinya kampus ITB Cirebon.

Plumbon adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cirebon yang menjadi salah satu sentra industri rotan terbesar di Indonesia, dan menyerap ribuan tenaga kerja di hampir seluruh desa yang ada di Kecamatan Plumbon. Sebagian besar dari produk rotan di daerah Plumbon ini diekspor ke luar negeri.

Wilayah Plumbon sudah mengalami banyak perkembangan mulai dari sarana infrastruktur, transportasi maupun komunikasinya. Terlebih sejak kehadiran perumahan Grahamas Depok Plumbon sekitar dua tahun yang lalu, semua kelengkapan penunjang hidup di daerah Plumbon sudah tersedia.

Lokasi yang strategis karena hanya berlokasi hanya 170 meter dari jalan raya Bandung-Cirebon, menjadikan Grahamas Depok Plumbon sebagai salah satu lokasi strategis di wilayah Plumbon. Sarana air bersih, kemudahan sinyal internet dan kenyamanan lingkungan sudah tersedia lengkap di Grahamas Depok Plumbon Cirebon.

Untuk wilayah Plumbon terbilang sudah memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap. Mulai dari adanya sekolah dasar (SD), SMP, hingga SMA baik Negeri maupun swasta. Dengan hadirnya kampus ITB Cirebon, semakin menambah kelengkapan pendidikan tinggi di wilayah barat Cirebon ini.

Kampus ITB Arjawinangun maupun Kampus ITB Watubelah berlokasi 9 Km dari Grahamas Depok Plumbon. Lokasinya yang berada di pertengahan antara dua kampus ITB Cirebon ini, menjadi solusi bagi mereka yang mencari tempat tinggal di daerah Plumbon Cirebon.

Jarak dari Grahamas Depok Plumbon menuju Kampus ITB Watubelah hanya berjarak 9 Km dan bisa di tempuh dengan roda empat sekitar 16 menit karena harus melewati satu lampu merah di Pasar Trusmi.

Jarak dari Grahamas Depok Plumbon menuju Kampus ITB Arjawinangun hanya berjarak 9,2 Km dan bisa di tempuh dengan roda empa sekitar 14 menit karena harus melewati satu lampu merah di perempatan Palimanan.