Apa itu Perumahan Syariah

Apa itu Perumahan Syariah? Perumahan syariah atau property syariah adalah perumahan yang di jual dengan menggunakan konsep Syariah Islam.

Secara umum konsep perumahan Syariah menawarkan konsep lingkungan yang Syariah dan juga cara pembayaran yang sesuai Syariah Islam.

Tapi ada juga pengembang perumahan yang mengusung konsep lingkungan modern namun tetap dengan cara pembayaran yang sesuai Syariah.

Jadi konsep lingkungan ini bukan sesuatu yang mutlak karena disesuaikan dengan minat pasar. Namun untuk konsep pembayarannya sendiri hampir semua pengembang menggunakan konsep pembayaran yang sesuai Syariah Islam.

Kenapa harus Perumahan Syariah?

Konsep property Syariah ini semakin berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sejak tahun 2000-an. Pada awalnya, konsep ini di kenalkan oleh komunitas developer property syariah atau DPS.

Kondisi ini dilatarbelakangi oleh kejenuhan masyarakat terhadap akad KPR yang banyak ditawarkan oleh pihak perbankan dengan skema akad yang mengandung riba ghoror dan dzalim.

Perumahan syariah menawarkan konsep KPR Syariah agar tidak menjadi beban bagi masyarakat dan agar dapat menjangkau semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang pekerjaannya.

Sehingga siapapun bisa memiliki rumah dengan syarat yang mudah dan dengan harga kredit yang murah karena memang tidak akan dikenakan denda, bunga dan juga sita.

Oleh karena itu konsep perumahan syariah dan juga konsep KPR Syariah ini menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Indonesia karena dapat menjadi solusi untuk memiliki rumah dengan akad transaksi yang lebih adil dan menentramkan bagi kedua belah pihak.

Apa bedanya dengan perumahan lain?

Yang membedakan perumahan syariah atau property syariah dengan perumahan lain, setidaknya ada tiga hal yaitu beda akad atau cara bayarnya, konsep lingkungannya islami (minimal ada masjid atau mushola) dan terakhir yaitu pembeli rumahnya muslim.

Tidak ada larangan bagi non-muslim untuk membeli atau tinggal di perumahan syariah, namun untuk menghindari ketidaknyamanan dengan suasana islami, seringkali pada akhirnya rumah tersebut di jual kembali.

Jadi pada intinya tidak perbedaan dengan perumahan lain kecuali hanya tiga hal tersebut diatas.

Cara bayarnya seperti apa?

Sebagaimana jual beli pada umumnya, perumahan syariah juga dapat menerima pembayaran secara tunai atau cash. Namun juga perumahan syariah menerima juga pembayaran kredit atau KPR.

Namun ada yang menjadi ciri khas cara bayar KPR syariah yaitu dengan akad transaksi : tanpa riba tanpa ghoror dan tanpa dzolim.

Tiga poin ini menjadi ciri khas dari akad transaksi KPR Syariah dan dilakukan antara pengembang perumahan syariah dengan konsumen secara langsung tanpa ada perantara pihak ketiga, baik bank atau pun perantara lainnya.

Bolehkah KPR dalam Islam?

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah salah satu cara pembayaran tidak tunai atau pembayaran yang tertunda pelunasannya. Dan pembayaran yang tertunda pelunasannya ini disebut dengan utang. Jadi KPR sama saja dengan utang.

Oleh karena itu KPR sendiri diperbolehkan dalam Islam. Karena Utang sendiri hukumnya diperbolehkan dalam Islam.

Namun, dikarenakan utang ini termasuk akad sosial yang tujuannya untuk menolong atau memberikan kemudahan kepada seseorang, maka ada beberapa hal yang mengatur tentang pemberian utang ini.

Hal yang di atur mengenai utang ini bertujuan agar semua pihak tidak terkena hukum Riba. Karena ketika akad sosial ini di komersilkan dengan tujuan untuk mencari keuntungan, maka inilah yang menjadi salah satu dari transaksi riba.

Oleh karena itu dalam Al Quran jelas disebutkan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan Riba.

Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

QS. Al-Baqarah Ayat 275

Apa itu KPR Syariah?

KPR Syariah adalah Kredit Pemilikan Rumah dengan akad jual beli sesuai syariah.

Apakah KPR Bank Syariah riba?

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kehadiran bank syariah di Indonesia tentu menjadi solusi untuk mendapatkan transaksi keuangan perbankan yang sesuai syariah Islam. Dengan segala kondisi perbankan syariah yang belum sempurna, mari kita apresiasi usaha perbaikan yang sudah ada hingga saat ini.

Namun apakah KPR Bank Syariah riba? Untuk menjawab hal ini, kita perlu merujuk pada syarat-syarat sebuah KPR Bank Syariah riba, yaitu :

  1. Jika akad KPR yang diberikan masih menggunakan skema bunga.
  2. Jika akad KPR yang diberikan masih mengandung denda.
  3. Jika akad KPR yang diberikan masih ada kedholiman.
  4. Jika akad KPR yang diberikan masih mengandung ghoror.

Kita jelaskan secara umum mengenai hal di atas.

  1. Jika akad KPR yang diberikan masih menggunakan skema bunga.
    Memang bank konvensional saat ini masih menggunakan dasar hitungan bunga untuk menentukan nilai cicilan yang harus konsumen bayarkan.
    Artinya ketika bulan ini suku bunga bank naik, maka angka cicilan KPR yang harus di bayarkan juga naik. Jika suku bunga bank turun, dan ini jarang sekali terjadi, maka angka cicilan KPR nya juga turun. Angka cicilan KPR Anda tidak pernah sama hingga nanti lunas.
    Jadi ketika pola pembayaran KPR Anda masih seperti ini, maka akadnya belum sesuai syariah, sekalipun menggunakan judul KPR Syariah.
  2. Jika akad KPR yang diberikan masih mengandung denda.
    Ketika Anda mengalami kesulitan keuangan dan Anda terlambat membayar cicilan KPR dan Anda akan dikenakan tambahan pembayaran di kemudian harinya, maka ini sama saja dengan denda.
    Dan jika memang selama Anda mencicil KPR tersebut ada tagihan baru dengan judul lain seperti biaya administrasi, biaya perawatan, dan judul lainnya, maka tanyakan dengan jelas dasar adanya tagihan baru tersebut. Jangan sampai ada denda yang disamarkan dengan judul berbeda padahal hakikatnya itu adalah denda keterlambatan pembayaran.
  3. Jika akad KPR yang diberikan masih ada kedholiman.
    Kedholiman menjadi salah satu tanda apakah akad transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli tersebut sudah sesuai syariah atau belum. Kedholiman ini juga dapat terjadi dari satu pihak ke pihak yang lain, tidak selalu harus dari pihak penjual ke pihak pembeli.

Kedholiman yang umumnya terjadi dan dilakukan dari pihak penjual kepada pihak pembeli adalah adanya sita paksa. Mungkin Anda pernah membaca berita atau menyaksikan penyitaan rumah yang dilakukan oleh lembaga keuangan akibat pembayaran yang mogok dilakukan oleh pembeli.

Dalam tinjauan syariah, adanya sita masih diperbolehkan. Dengan dasar bahwa ketika ada barang yang di gadai kan dan pembelinya tidak bisa melakukan pelunasan, maka barang yang di gadaikan tersebut di ambil alih oleh pihak penjual untuk dijualkan kepada orang lain.

Namun, kenyataan yang masih banyak terjadi di sekitar kita manakala ketika proses penyitaan ini dilakukan dengan paksaan tanpa proses kekeluargaan.

Dan dikarenakan proses KPR ini termasuk dalam kategori sosial atau tolong menolong, itu sebabnya Allah Ta’ala memberikan banyak pahala kebaikan bagi penjual yang memberikan banyak kelonggaran waktu pembayaran, sebagaimana hadist berikut :

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).”

(HR. Bukhari no. 2076)

Jadi ketika KPR Syariah yang Anda ambil masih memberlakukan sita paksa tanpa ada rasa kekeluargaan, berarti wajib di pertanyakan label syariah pada KPR tersebut.

Dan kedholiman ini juga bukan hanya di alami oleh pembeli, namun penjual pun dapat mengalami kedholiman yang dilakukan pihak pembeli.

Ketika ada pembeli yang seharusnya mampu untuk melakukan pembayaran cicilan KPR namun dengan sengaja menunda pembayaran hingga mengalami keterlambatan pembayaran, maka pembeli ini juga sudah melakukan kedholiman kepada penjual. Dan ini sama berdosanya dengan kedholiman lainnya.

Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Nabi Sholallahu’alaihi wasallam berikut :

Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

(HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Itu syariah ini bukan hanya harus diberikan dari pihak penjual kepada pembeli, namun juga harus diberikan oleh pihak pembeli kepada penjual. Karena jangan sampai kita menuntut orang lain berlaku sesuai syariah, sementara kita sendiri enggan melakukan hal yang sama.

  1. Jika akad KPR yang diberikan masih mengandung ghoror.

Ghoror menurut bahasa secara sederhana berarti abu-abu alias masih belum jelas, baik itu bentuk, ukuran, spesifikasi, harga, caranya, dan informasi lainnya yang sudah selayaknya terkandung pada akad tersebut.

Syariah sangat menjaga agar semua kesepakatan yang dilakukan antara pembeli dan penjual dapat dilakukan dengan penuh kejelasan alias tidak ghoror.

Contoh yang banyak terjadi misalkan Anda akan membeli rumah, namun Anda hanya di sodori selembar kertas dengan gambar dan tulisan yang menarik hati. Hingga akhirnya Anda pun tertarik untuk membayar sejumlah uang untuk rumah yang informasinya tidak Anda dapatkan secara utuh.

Informasi seperti keterangan jelas mengenai rumahnya, mengenai cara pembayarannya, cara mendapatkan rumah tersebut seperti waktunya dan lokasinya, cara pembayaran dan juga kesepakatan pembayarannya apakah di transfer, apakah menggunakan jasa leasing, asuransi, dan informasi lengkap lainnya.

Pun termasuk ketika Anda sudah disodori secarik informasi untuk Anda tandatangani tanpi Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari semua kesepakatan dalam perjanjian tersebut. Pastikan Anda sudah memahami semua kesepakatan dan mendapatkan informasi yang lengkap.

Jangan sampai ketika nanti setelah Anda sepakat dan Anda mulai membayar cicilan, terjadi sesuatu yang Anda lupa tanyakan sebelumnya dan terjadi perselisihan dengan pihak penjual dikemudian hari.

Untuk inilah tujuan dari ghoror. Menghindarkan semua pihak baik penjual maupun pembeli dari adanya perselisihan di kemudian hari. Untuk itulah syariah bekerja.

Jadi ketika KPR Bank Syariah Anda masih memiliki bunga, denda, sita paksa, kesepakatan yang ghoror dan dholim, maka KPR Bank Syariah Anda masih riba.

Berapa DP KPR Syariah?

Besaran DP ini tidak menjadi hal mutlak bagi setiap developer. Karena DP KPR Syariah ini tergantung pada kebijakan dan cara berjualan masing-masing developer. Namun pada umumnya, besaran DP KPR Syariah rata-rata 30% dari penawaran harga tunainya.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada KPR syariah yang tanpa DP. Jadi kembali lagi nilai DP KPR Syariah ini bukan hal yang standar dan tidak bisa di samaratakan.

Apa ada Asosiasi Developernya?

Ada. Para developer perumahan KPR Syariah ini memiliki sebuah lembaga asosiasi yang bernama APSI atau singkatan dari Asosiasi Property Syariah Indonesia. Informasi lengkap lembaga ini dapat Anda lihat di website resmi mereka yaitu apsi.id

Bagaimana mengecek kebenaran developer syariah yang asli?

Maraknya kasus penipuan perumahan bodong dengan kedok perumahan syariah banyak terjadi di Indonesia. Hal ini biasanya terjadi karena adanya iming-iming DP murah dengan akad Syariah, hingga berujung penipuan DP yang di bawa kabur.

Untuk itu ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengecek kebenaran developer syariah yang asli yaitu

  1. Cek cara bayar dan kesepakatan akadnya. Apakah cara bayar dan kesepakatannya sudah sesuai syariah seperti yang sudah kami sampaikan di atas.
  2. Cek legalitas proyeknya. Apakah proyek pembangunan perumahannya sudah sesuai aturan hukum di Indonesia. Jika memang Anda paham dengan berkas dokumen legalitas proyek perumahan, jangan sungkan untuk minta diperlihatkan dokumennya. Namun, jika tidak, hal paling mudah yaitu meminta diperlihatkan dokumen site plan yang resmi di stempel oleh Dinas Pertanahan atau dinas terkait.
  3. Cek legalitas property-nya seperti IMB dan Sertifikat tanahnya. Apakah sudah memiliki ijin IMB, dan apakah sertifikat tanahnya sudah di pecah setiap kavlingnya.
  4. Cek Asosiasinya. Jika memang developernya mengaku developer property syariah, maka seharusnya mereka tergabung dalam APSI. Jikapun tidak, minimal mereka sudah ikut tergabung di REI (Real Estate Indonesia), APERSI (Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia) atau asosiasi resmi lainnya. Anda dapat langsung cek di Internet.
  5. Cek pemilik usaha dan rekam jejak bisnisnya. Coba cari tahu siapa pemilik usahanya dan sejauh mana bisnisnya. Dari sana Anda dapat mengetahui bagaimana cara developer ini akan memperlakukan Anda sebagai pembeli mereka nantinya.

Dan perlu Anda waspada untuk tidak tergiur dengan penawaran iklan atau promo harga murah atau DP murah, sebelum Anda memastikan sudah mengecek lima hal di atas.

Apakah developernya juga muslim?

Apakah semua developer yang menjual rumah syariah itu muslim? jawabannya belum tentu. Karena sistem KPR Syariah ini sistem yang universal, siapa saja boleh menerapkan sistem ini, termasuk non muslim sekalipun.

Ada beberapa developer non muslim yang membuat perumahan dengan konsep syariah ini. Tapi tentunya banyak juga developer muslim yang membuat konsep seperti ini.

Yang perlu Anda lakukan hanya mengecek akad transaksi KPR nya, apakah memang benar sudah sesuai syariah. Anda bisa tanyakan kepada ahlinya atau mencari tambahan informasi lainnya di internet.

Siapa yang dapat menjamin sistemnya sudah sesuai syariah?

Jika Anda mempertanyakan keabsahan sistem transaksi KPR nya sudah sesuai syariah, maka Anda dapat mempertanyakan siapa auditor keuangan syariah developer tersebut. Karena jangan sampai klaim KPR Syariahnya hanya diakui sendiri. Tidak ada lembaga atau ahli profesional yang mengakui cara kerja mereka.

Maka sudah banyak lembaga independen yang bertugas sebagai auditor keuangan syariah. Misalkan yang cukup terkenal di Indonesia yaitu Lembaga Tarmidzi Associate yang diketuai oleh Ustadz Erwandi Tarmidzi. Beliau seorang expert di bidang fikih muamalah dan keuangan syariah.

Cara kedua untuk menjamin sistem KPR Syariahnya benar adalah Anda dapat mengecek pada asosiasinya. Apakah asosiasinya dapat menjamin sistem KPR Syariahnya. Jika memang lembaga asosiasinya dapat memberikan jaminan, maka Anda dapat meyakinkan diri untuk mengambil KPR syariah pada developer tersebut.

Selamat berburu KPR Syariah, dimanapun itu, pastikan sudah sesuai syariah ya, agar nyaman di dunia berkah hingga akhirat. Karena hidup bukan sekedar untung rugi, namun juga surga dan neraka.